Langsung ke konten utama

Apa yang Paling Romantis?

"Sesungguhnya jika engkau meninggalkan sesuatu karena Allah, niscaya Allah akan memberi ganti padamu dengan yang lebih baik .” 

(HR. Ahmad)

Bismillahirrahmanirrahiim,


Romantis. Kata yang familiar terdengar dikalangan masyarakat. Khususnya dikalangan remaja. Siapa yang tak tahu romantis. Apasih sebenarnya definisi dari romantis itu? Jika kita merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia, romantis adalah bersifat mesra. Bisa juga diartikan bersifat dalam cerita roman (percintaan). Ya. Romantis selalu berkaitan dengan percintaan. Kisah cinta yang romantis. Atau seseorang yang romantis kepada kekasihnya. Semua merujuk pada percintaan. Tak hayal jika romantis tak jauh dari sifat para remaja.

Nah, untuk hal romantis iu sendiri. Apa sih yang paling romantis di dunia ini? Sebenarnya ini relatif. Tergantung pribadi seseorang itu sendiri dan dari sudut pandang setiap orang tentunya berbeda mengartikan kata romantis itu. Banyak kalangan remaja, mengartikan bahwa romantis adalah sifat kekasihnya yang penuh cinta. Padahal untuk definisi yang luas lagi, romantis bukan bercerita tentang kekasih saja.

Bukankah hal yang paling romantis itu ketika kau bertemu dengan Rabb mu? Allah subhanahu wa ta’ala. Ketika panggilan dan seruan cinta berkumandang di antereo alam semesta, lalu kau langsung bergegas untuk menemui Rabb mu tanpa perduli apa yang kau lakukan saat itu. Kau hentikan semuanya. Hanya demi Rabb mu. Bukankah itu juga disebut romantis? Dan adakah yang lebih romantis dari itu? Atau justru panggilan dan seruan cinta dari media sosial kekasihmu justru lebih romantis dari seruan cinta Allah?

Sangat disayangkan bukan jika kau lebih memilih romantisme mu dengan ciptaan-Nya bukan kepada Sang Penciptanya? Padahal, jika kau bertemu dengan Penciptamu, tak ada rasa kecewa yang hadir dalam qalbu mu. Jika kau beromantisme dengan Penciptamu justru hatimu akan lebih tenang. Lalu kenapa ketika seruan cinta berkumandang kau masih terlarut dengan seruan cinta manusia? Seruan cinta-Nya yang indah. Seruan cinta-Nya yang membuat hati tenang. Kalah kah dengan seruan cinta manusia yang kau sebut romantis itu?

Marilah kita sama-sama memperbaiki diri. Ketika seruan cinta itu berkumandang di alam semesta yang megah ini. Segeralah datang kepada-Nya dengan rasa cinta yang penuh. Tinggalkan lah segala urusan duniamu. Karena dunia mu tak akan memberikanmu apa-apa. Tapi Rabb mu, apapun yang kau minta. Jika itu yang terbaik. Percayalah. Semua akan diberikan-Nya untukmu. Marilah beromantisme dengan Allah. Pikirkanlah, apa yang paling romantis didunia ini? 

Ketika kau bermunajat dengan-Nya dengan perasaan cinta yang menggebuh. Tak peduli cinta dunia sehebat apapun. Karena kau yakin cinta dunia hanya semu. Fana.

Ketika rasa gegas mu muncul saat seruan cinta menggema di angkasa. Tak peduli apa yang sedang kau lakukan. Karena kau yakin seruan dunia tidak penting untukmu.

Tidak ada yang lebih romantis dari pertemuanmu dengan Allah. Kalahlah semua yang ada di dunia. Bunga dan coklat dari kekasihmu tak ada apa-apanya. Gombalan manis dari kekasihmu tak berfaedah. 

Karena semua kalah jika kau sudah bertemu dan bermunajat dengan Allah dengan rasa cinta yang kau bawa dari hatimu.

Wallahu’alam bishawab. Kepada Allah saya mohon ampun.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laporan Praktikum Kimia Menentukan Perubahan Entalpi

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA MENENTUKAN PERUBAHAN ENTALPI REAKSI   OLEH             KELOMPOK                                    : II ANGGOTA                                       : 1.       ADI YULIANTTO                                                  ...

Menyesal

Bismillahirrahmanirrahim “ Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. An Nisa’: 110)             Ba’da Maghrib. Malam Jum’at, 13 Jumadal Akhir 1441 Hijriah ... Suara salam dari sang imam masjid sudah menggema. Seketika riuh suara anak-anak pun ikut terdengar diikuti dengan suara langkah kaki mereka yang berlari menghambur keluar masjid. Seperti biasa, sebagian dari mereka ada yang langsung kembali pulang atau berlarian saling kejar dengan temannya di halaman masjid atau bahkan mereka bergegas pergi ke rumah guru ngaji untuk melaksanakan rutinitas mengaji mereka selepas maghrib. Melihat itu saja bisa membuatku tersenyum bahagia. Iya, bahagia rasanya ketika aku masih memiliki waktu untuk kembali ke kampung halaman pada masa liburan. Aku bisa melihat banyaknya aktivitas or...

Alarm di Meja Rias

Bismillahirrahmanirrahim “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkannya (segala keperluan).” (QS. Ath-Thalaaq : 2-3) Kring kring kring ... Bunyi alarm sudah menggema di kamar tidurku. Seperti biasa, perlahan aku membuka mata dan mencoba mengumpulkan nyawa untuk bangkit dari kasur yang selalu membuatku nyaman. Kurang lebih membutuhkan waktu tiga menit untuk aku bangkit dari kasur. Mataku mulai menelisik ke arah jarum jam alarm yang ada di meja rias. Astaghfirullah. Aku tersentak kaget begitu melihat jarum jam yang ternyata tak sesuai dengan waktu yang ku atur di malam hari. Tok tok tok ... Suara ketukan pintu terdengar dari luar. Itu pasti Abang atau Ibuku yang hendak membanguniku. “Udah bangun ternyata. Kirain masih nyaman sama mimpinya”, pemilik ...