Langsung ke konten utama

Postingan

Gugurnya Sang Panji Uhud

Bismillah Matahari bersinar terlalu terik kala itu. Seperti biasa. Mekah memang seperti itu. Seorang pemuda tampan berjalan menyusuri Kota Mekah. Seantero Mekah juga tahu siapa pemuda yang tengah berjalan itu, ditambah lagi dengan ciri khas aroma parfum yang digunakannya. Parfum dari negeri Yaman, parfum mewah dan mahal yang tidak sembarangan orang memakainya. Dia pemuda yang banyak gadis memujanya, bukan hanya karena ketampanannya, tapi juga karena kecerdasan dan kecemerlangannya. Pemuda yang terlahir dari keluarga kaya dan penuh kemewahan. Tak pernah satupun keinginannya di tolak oleh kedua orang tuanya. Dia adalah Ibnu Umair, atau dikenal dengan lengkap sebagai Mush’ab bin Umair. Langkah kakinya terus menyusuri Kota Mekah hingga ia tiba di Bukit Shafa, di rumah al-Arqam bin Abi al-Arqam. Darul Arqam, begitulah kaum muslimin mengatakannya. Ia kesini bukan tanpa tujuan. Hari-harinya selalu diliputi tanda tanya mengenai sosok Muhammad yang selalu saja diperbincangkan oleh orang-orang...
Postingan terbaru

Lelah atau Menyerah

"Jika kamu tidak tahan terhadap penatnya belajar, maka kamu akan menanggung bahayanya kebodohan." - Imam Syafi'i - "Ada apa hari ini?", tanyanya disela rasa lelah yang saat ini menyelimutiku. Aku tidak memiliki tenaga hari ini. Cukup. Aku malas menjawabnya. Aku menelungkupkan kepalaku di atas meja.  "Hei!" "Aku lelah, ku mohon. Aku malas untuk berbicara." "Kau sedang lelah atau menyerah?" "Sama saja." "Tentu berbeda. Jika kau lelah silahkan istirahat sejenak untuk kembali menata hati dan kembali melangkah. Tapi jika kau menyerah, harus apa? Bukankah menyerah adalah akhir segalanya?" "Aku menyerah karena sudah sangat lelah dengan semuanya." "Apa yang kau lelahkan hingga membuatmu menyerah?" "Perjuangan ini." "Perjuangan semacam apa yang membuatmu begitu cepat menyerah? Perjuangan meraih ambisi dunia? Jika iya, pantas saja kau mudah menyerah." Mendengar jawabannya aku menegak...

Kematian

“Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh.”  (QS. An-Nisa' : 78) Aku berlari kecil menuju halte bus di dekat indekos ku. Hari ini aku memiliki janji untuk pergi entah kemana bersama sahabatku. Beberapa jam yang lalu dia menghubungiku secara mendadak untuk mengajakku ke suatu tempat yang sampai sekarang tak diberitahunya. Aku pun mengiyakan ajakannya mengingat aku butuh sedikit refreshing di tengah tugas kuliah yang menumpuk. Dan aku sedikit terlambat dari jam janjianku dengannya, alhasil aku berlari kecil untuk pergi ke halte bus. Mengingat  pula bus yang akan ku naiki dengannya akan tiba beberapa detik lagi. Itu sesuai jadwal yang ku lihat di aplikasi. "Huft... Nan, maaf telat." Dia menoleh ke arahku yang datang dengan nafas memburu. "Gapapa, jam Indonesia biasa kan?" Aku hanya mengangguk lemah tanpa membela mengapa aku bisa telat. Aku hanya belum sanggup berbicara lebih...

Bibliophile

“Ingin ku tunjukan sesuatu yang lebih indah dari ini Azadeh?” “Adakah hal yang lebih indah dari ini, Gulzaar?”, Azadeh memandang sekilas Gulzaar. Lalu matanya kembali memandang bangunan kecil yang memiliki arsitektur dengan nuansa perpaduan budaya yang dapat memukau siapapun. Bangunan kecil itu didirikan untuk sebuah cafetaria di Kota tempat berpijak kedua wanita itu. Azadeh   memang tak pernah meragukan Gulzaar tentang masalah rancang-merancang bangunan. Dia tau, bahwa sahabatnya itu sangat ahli dalam bidang ini. Azadeh juga sangat yakin, dengan arsitektur yang dapat memukau pandangan ini, cafe yang hendak didirikan oleh Gulzaar ini akan ramai dikunjungi oleh banyak orang.  Gulzaar, artinya bunga mawar. Bagi Azadeh, nama itu sangat cocok disematkan untuk sahabatnya itu. Gulzaar adalah wanita yang sangat mirip dengan bunga mawar. Gulzaar sangat bersinar layakya mawar di musim panas. Dia wanita yang indah jika dipandang dari jauh, namun jika mendekat dia akan menj...

Menyesal

Bismillahirrahmanirrahim “ Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ” (QS. An Nisa’: 110)             Ba’da Maghrib. Malam Jum’at, 13 Jumadal Akhir 1441 Hijriah ... Suara salam dari sang imam masjid sudah menggema. Seketika riuh suara anak-anak pun ikut terdengar diikuti dengan suara langkah kaki mereka yang berlari menghambur keluar masjid. Seperti biasa, sebagian dari mereka ada yang langsung kembali pulang atau berlarian saling kejar dengan temannya di halaman masjid atau bahkan mereka bergegas pergi ke rumah guru ngaji untuk melaksanakan rutinitas mengaji mereka selepas maghrib. Melihat itu saja bisa membuatku tersenyum bahagia. Iya, bahagia rasanya ketika aku masih memiliki waktu untuk kembali ke kampung halaman pada masa liburan. Aku bisa melihat banyaknya aktivitas or...

Sabda Pertama

Saat ini keheningan menyelimuti diriku dan sosok yang berada di depanku. Dia sahabat kecilku. Hanya terdengar rintikan hujan yang baru saja jatuh membasahi bumi. Aku menatap buliran air yang turun dari kaca jendela cafetaria yang sering kami kunjungi ini. “Sabda, satu tahun sudah berjalan”, ucapnya memecah keheningan.  Aku beralih menatapnya. Aku tahu kemana arah pembicaraannya, dan aku sangat membenci membahas tentang itu. “Terus?”, tanyaku tak acuh.  “Ayo pergi ke makam, Sab.”  “Lagi hujan.”  “Sab, itu bukan Cuma alasan saja?”, tanyanya dengan nada yang kali ini sedikit lebih tinggi. Mungkin dia juga sudah jenuh denganku yang selalu menghindar untuk membahas hal ini. Tapi mau bagaimana lagi, aku benar-benar malas untuk membahas hal ini.  Aku mengangkat bahuku tanda tak peduli.  Aku meliriknya, dia sedikit menghembuskan nafasnya perlahan dan mencoba menenangkan dirinya yang emosinya sempat tak terkontrol. “Sab, kehilangan sehar...

Alarm di Meja Rias

Bismillahirrahmanirrahim “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan memberikan baginya jalan keluar (bagi semua urusannya). Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkannya (segala keperluan).” (QS. Ath-Thalaaq : 2-3) Kring kring kring ... Bunyi alarm sudah menggema di kamar tidurku. Seperti biasa, perlahan aku membuka mata dan mencoba mengumpulkan nyawa untuk bangkit dari kasur yang selalu membuatku nyaman. Kurang lebih membutuhkan waktu tiga menit untuk aku bangkit dari kasur. Mataku mulai menelisik ke arah jarum jam alarm yang ada di meja rias. Astaghfirullah. Aku tersentak kaget begitu melihat jarum jam yang ternyata tak sesuai dengan waktu yang ku atur di malam hari. Tok tok tok ... Suara ketukan pintu terdengar dari luar. Itu pasti Abang atau Ibuku yang hendak membanguniku. “Udah bangun ternyata. Kirain masih nyaman sama mimpinya”, pemilik ...