Udara subuh memang sangat segar.Mententramkan
hati,jiwa,dan pikiran seseorang. Subuh,waktu yang diberikan Tuhan untuk para
umat Islam bangun untuk melaksanakan kewajiban dua raka’at.Seperti biasa aku
terbangun di pagi subuh ini untuk melaksanakan kewajibanku.Aku tak sendiri.Aku
ditemani kak Rangga untuk melaksanakan kewajiban itu.Ya,dia kakak kandung
ku.Seorang kakak sekaligus orang tua untukku.Saat papa dan mama masih ada di
dunia,kita shalat ber-empat.Tapi sekarang,mereka sudah punya alam yang ini dan
hidup bahagia disana.Mama selalu berpesan kalau hidup di dunia ini harus penuh
dengan ibadah,terutaa do’a.Kata mama Do’a itu adalah kunci segalanya.Selalu ada
kekuatan tersendiri dan makna dari do’a.
“Kak,ayo
bangun kita shalat subuh.Berdo’a dan berterima kasih sama Allah”. Aku tak
digubris oleh kak Rangga.”Kaaaaak....” aku sedikit berteriak.”Iya,Nayla ini mau
bangun ga usah teriak teriak,masih pagi juga”. Aku tersenyum.Aku bergegas ke
ruang shalat menunggu Kak Rangga.
*****
“Hari
ini pengumuman kelulusan akpol,Nay.Do’ain kakak lulus ya”. Aku mengangguk
sambil menelan hidangan sarapan pagi ini.Sedih.Ya,pasti.Kalau kak Rangga masuk
ke akpol otomatis aku akan tinggal sendiri karena kak Rangga pasti di
asrama.Aku ga pernah bayangi gimana rasanya hidup sendiri tanpa kakak ku
ini.”Kenapa?”. “Gapapa,kak”,aku menyimpan semuanya dalam-dalam,aku takut kak
Rangga terbebani nantinya.”Jangan bohong,muka sedih gitu kok di bilang
gapapa”.Kak Rangga emang paling tahu isi hati dan pikiranku,jadi jangan harap
aku bisa berbohong.”Kalau kakak masuk akpol kakak bakal masuk asrama kan? Dan
Nayla tinggal sendiri di rumah? Kakak bakal tinggali Nayla?”.Kak Rangga
seketika terdiam.Raut wajah kaka Rangga berubah ketika mendengar pertanyaanku.Mungkin
kak Rangga ga berpikir sampai situ sebelumnya,karena aku tahu betapa ingin kak
Rangga masuk Akpol.Kak Rangga membisu.Kami pun saling terdiam dan meneruskan
sarapan kami.
*****
Aaaaaarggggh.
Sial. Arrrrrgh.Suara teriakan dari kamar kak Rangga.Aku bergegas naik ke kamar
kak Rangga melihat apa yang terjadi.Untungnya pintu kamarnya tak
dikunci.Berantakan.Ya,sekarang kamar kak Rangga berantakan dan semua barang
berada di bawah dan ku lihat kak Rangga sedang memukuli meja rias.Aku
terkejut.Aku bergegas ke arahnya.”Astaghfirullah,kak Rangga kenapa? Apa yang
terjadi?”. Kak Rangga diam.Aku menjauhi kak Rangga dari meja rias dan
membawanya ke tempat tidur.”Aku benci sama Allah,aku benci do’a.Aaaaargh”.
Kaget.Mendengar barusan apa yang dibilang kak Rangga,rasanya seperti peluru
yang tepat sasaran.”Astaghfirullah kak! Kakak ga boleh bilang gitu,kakak
kenapa?”. “Aku ga lulus Akpol.Semua udah aku lakuin.Berdo’a,shalat,puasa.Tapi
apa? ini balasan Tuhan yang katanya bijaksana
itu? Ha?”. Aku memeluk kak Rangga.Di saat seperti apa pun yang akan aku katakan
pasti tak akan di dengarnya.Aku hanya mencoba membuatnya lebih tenang terlebih
dahulu.”Kak Rangga ... tenangi diri kakak dulu”. Kak Rangga mulai tenang. “Kita
shalat dulu ya kak,biar kakak lebih tenang. Udah masuk shalat zuhur. Ayo
kak”.Aku mencoba mengajak kak Rangga,tapi kak Rangga menolak dan dia lebih
memilih tidur.Saat ini aku mengerti keadannya,aku tak memaksanya.Dia lelah dan
pikirannya sedang kacau. Aku membiarkannya ia tertidur.
*****
Saat kak
Rangga tertidur aku membereskan kamarnya yang berantakan dan membasuh tangan
yang ia pukulkan ke meja tadi.Maghrib tiba.Kak Rangga sudah bangun dari tadi
tapi terlihat ia masih kecewa dan matanya sembab habis menangis.”Kak udah
maghrib,ayo kita shalat terus berdo’a sama Allah”. “Kakak capek Nay,kakak
selalu berdo’a setiap saat tapi semua do’a kakak ga pernah dikabulkan sama
Allah. Kamu shalat sendiri aja sana. Kakak malas”. Pertama kali kak Rangga
ngomong gitu. Sedih pasti. Aku ga bisa berkata apa-apa lagi. Aku meninggalkan
kak Rangga sendiri.
*****
Sudah
seminggu kak Rangga menjauh dari Allah. Ga pernah shalat menunaikan ibadah yang
Allah anjurkan.Pagi ini aku melihat kak Rangga duduk di taman rumah. Aku
menemuinya. Dia sedang merenung,mungkin juga melamun. Aku tak tahu apa yang
direnungkannya. Aku menyapanya. Dia menjawab dengan berdehem. “Kakak ga merasa
ada yang hilang dari diri kakak?”. Kak Rangga diam. Tanpa kata. “Semakin kakak
menjauh dari Allah,semakin jauh juga Allah sama kakak”. “Kak lihat aku!”. Kak
Rangga mengarahkan pandangannya kepadaku.”Kak semua ada hikmah dibalik semua
ini,Allah ngasih ini semua karena mau kasih pelajaran kek kakak”. “Pelajaran
Nay? Apa yang salah dari aku? Aku selalu beribadah.Berturut turut Nay. Ketika
mama sakit dan aku selalu berdo’a,mama yang tinggal kita punya,tapi apa
akhirnya? Dia ambil mama. Nilai UN aku rendah setiap hari aku berdo’a.Dan kali
ini akpol? Apalagi setelah ini?”. “Kakak ga salah,tapi niat kakak yang
salah.Kakak ngelakui itu semua bukan karena ingin dapat ridho dariNya tapi
karena sesuatu hal yang ga ingin hilang dari kakak.Kak,Allah punya cara
tersendiri untuk membuat hambanya bahagia.Ada kejutan yang lebih istimewa dari
semua ini kak.Percayalah”. Kak Rangga terdiam. Matanya tampak berkaca-kaca. “Kembalilah
ke jalan Allah kak,Nayla ga mau lihat kakak tanpa arti kek gini. Kakak masih
punya cita-cita. Kakak masih ada harapan. Berdo’a kak. Berusaha,aku yakin di
balik do’a kakak selama ini ada sebuah kado istimewa dari Allah untuk kakak”.
Kak Rangga memelukku. Aku merasa hangat. Seketika ada ttesan yang jatuh di
punggungku. Kak Rangga menangis. Aku berharap kak Rangga kembali seperti dulu.
*****
Kak
Rangga mulai kembali,dia ceria dengan wajahnya yang tak kusut dan matanya yang
tak sembab lagi. Keningnya sudah kembali pada sajadah yang membentang menghadap
kiblatNya. Tangannya sudah mulai diangkat untuk berharap kepadaNya. Dia mulai
kembali pada Allah. Berkat do’a dan usahanya kak Rangga diterima di jurusan
arsitektur di Universitas Brawijaya,ia mendapatkan beasiswa S1 dan juga
mendapatkan beasiswa S2 nya di luar negeri. Aku tahu kak Rangga emang berbakat
dalam hal menggambar,dan ini juga salah satu cita-citanya. Aku bangga pada kak
Rangga. Do’a kak Rangga yang lalu telah ditunjukkan oleh Allah dari jalur ini.
Aku yakin di dalam do’a selalu ada kekuatan tersendiri,dan datang dengan cara
yang berbeda untuk setiap orangnya.Kadang Allah hanya memberikan ujian dan
pelajaran kepada kita,tapi ketahuilah dibalik semuanya ada hikmah dan ada kado
istimewa yang akan Allah berikan. Yang terpenting jangan sampai berhenti
berdo’a. Semua udah di buktikan kak Rangga. Saatnya aku yang akan mengejar kak
Rangga untuk mencapai cita-cita ku sendiri.
Komentar
Posting Komentar