Langsung ke konten utama

Postingan

Beralih Rupa

Hari seusai perang "Anakku tertawan oleh mereka!" "Demi Allah, musnahnya mereka adalah kebaikan dalam hidupku." "Engkau benar ..." Dua lelaki yang masih mengalir darah persaudaraan ditubuhnya tengah berbincang pelan di majelis sore yang sedang panas karena peristiwa mencekam beberapa hari lalu. Lelaki pertama wajahnya tak terdefinisikan. Menampilkan kemarahan. Menyiratkan kebencian yang memuncak. Namun pias wajahnya tak membohongi hatinya yang tengah merasakan kesedihan mendalam. Lelaki kedua duduk bersila dengan pikiran yang berkecamuk. Memendam kedengkian yang pahit dan mematikan. Tertutup matanya, memperlihatkan dalam bayang bagaimana ayahnya terbunuh oleh pasukan orang yang mengaku sebagai Nabi baru. Lelaki pertama menegakkan badan. "Andai tidak ku pikirkan bagaimana nasib keluarga dan hutangku yang belum terbayar. Akan ku bunuh Muhammad!" Suaranya mengancam. Sang saudara berbinar matanya. "Engkau ingin membunuh Muhammad?...

Robin Hood

Bismillahirrahmanirrahim "Dan sungguh, telah Kami tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) Lauh Mahfuzh bahwasanya bumi ini akan diwarisi oleh hamba-hamba Ku yang shaleh." (QS. Al-Anbiya' : 105) Aku tak banyak mengetahui tentangnya. Hanya desusnya sebagai ahli panah yang ku tahu. Keahliannya terhadap panah membuat Robin Hood sering digadang-gadang sebagai superhero. Anak-anak dikomplek rumahku juga sering menyebutkan namanya, saat mereka beracting menjadi superhero.  "Aku Robin Hood, akan ku panah kalian sampai mati, wuuuusss ...", begitulah cara anak-anak komplek bertempur. Tiba-tiba terlintas sesosok laki-laki dipikiranku. Lelaki yang tak kalah hebatnya dari Robin Hood, bahkan menurutku jauh lebih hebat dari sosok Robin Hood. Ia lelaki yang bersembunyi dibalik kehebatannya. Ia adalah lelaki pertama yang melepaskan anak panah di jalan Allah dan lelaki pertama yang terkena panah pula. Lelaki yang rela bersumpah kehilangan ibu demi tega...

Pernah Terjebak

Bismillahirrahmanirrahim "Katakanlah (Muhammad), Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang." (QS. Ali 'Imran [3] : 31) Tak bisa memungkiri atau mungkin bisa saja, entahlah. Terserah kalian lebih pilih yang mana. Tapi menurutku poin pertama lebih aku pegang. Ya, tak bisa aku memungkiri, setiap insan yang masih menghirup oksigen dalam hidupnya pasti memiliki idola. Entah itu sebagai inspirator atau motivator atau bahkan berangan sebagai belahan jiwanya. Aku tak menampik poin terakhir, karena beberapa temanku ada yang seperti itu. Mengidolakan seseorang sampai berharap dia menjadi belahan jiwanya. Termasuk aku. Aku salah satu yang berangan menjadikan idolaku sebagai belahan jiwaku. Salahkah?  Bagiku tak salah, kalau kalian tahu siapa yang aku idolakan. Sebelum aku beritahu, bolehkah aku bercerita sejenak? Ya. Cerita tentang perjalanan bagaimana aku bisa men...

Wild Ground Phlox

Bismillahirrahmanirrahim "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." (QS. Al - Anbiyya : 33) Entah sudah berapa lama tangan dan jemariku tidak berkutat dengan pena ataupun menari di atas papan qwerty. Pikiranku kemalut, hatiku bungkam, dan mulutku membisu. Tak ada satupun kata yang singgah dan dapat ku tuangkan. Semua seakan buntu. Aku selalu mencoba untuk kembali bermain dengan rentetan kata, namun hasilnya nihil. Tetap saja aku selalu tenggelam ketika sudah berada ditengah lautan kata. Membaca buku, mencoba lebih peka dengan sekitar, dan mencari jejak pengalaman yang pernah kujelajahi. Lagi-lagi. Semua gagal. Dan sekarang aku disini sendiri. Taman komplek rumah. Sepenuhnya aku tidak sendiri,karena aku bersama teman-teman yang sudah lama tak ku sapa. Layar segi empat sudah dihadapanku dan buku sampul coklat yang sudah ku penuhi dengan coretan kata. Aku menghembuskan na...

Mereka yang Berhati Luar Biasa

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. Dia mendapat (pahala) dari (kebajikan) yang dikerjakannya dan dia mendapat (siksa) dari (kejahatan) yang diperbuatnya ... " (QS. Al-Baqarah [2]: 286) Bismillahirrahmanirrahim Hal yang paling sulit dalam hidup adalah ketika kita berhadapan dengan ujian. Tak ada satu orang pun yang ingin diberi ujian. Sebagian orang ada yang menerima ujian itu dengan berlapang dada, namun tak sedikit juga mereka yang lari dan putus asa bahkan menyalahkan Tuhan, yang berakhir menjauh dari Tuhan. Dan itu hampir terjadi pada saya. Sempat berpikir bahwa Allah itu jahat dan tidak adil kepada saya. Namun, lagi, Allah memberikan sebuah pelajaran di setiap kejadian hidup yang saya lewati. Dan Allah menyadarkan saya, bahwa bukan Allah yang jahat kepada saya, tapi sayalah yang jahat kepada Allah. Selama ini, saya yang jauh dari-Nya dan saya yang melupakan-Nya. Dan ujian itulah, bentuk kasih sayang Allah kepada saya ...

Heraklius

Perjalanan menuju Baitul Maqdis, 629 Mesehi, Tahun 7 Hijriah. Kekaisaran Romawi berhasil menundukkan Singgasana Persia. Perjanjian damai pun dicetuskan dengan konsekuensi, Persia mengembalikan seluruh daerah kekuasaan Kaisar Romawi dan mengembalikan kayu salib yang diklaim orang Nasrani bahwa Nabi Isa disalib di atasnya. Heraklius, Sang Raja, sebelumnya bernazar kepada Tuhan bahwa ia akan pergi haji ke Baitul Maqdis jika diberi kemenangan. Heraklius pun menepati janjinya. Dia berjalan dari Hamsh dengan membawa kayu salib agar diletakkan ditempatnya. Saat diperjalanan, Heraklius sudah mendengar desas desus perihal kenabian Rasulullah. Abu Sufyan dan kafilahnya, yang kali itu tengah sedang melakukan perdagangan ke negeri Syam berpapasan dengan Heraklius. Heraklius yang mengetahui bahwa mereka datang dari jazirah Arab -daerah yang ia dengar  soal kedatangan Nabi-  meminta Abu Sufyan dan kafilahnya untuk menghadapnya. "Siapa diantara kalian yang paling dekat nasabnya dengan ...

Petuah Mamak

Bismillahirrahmanirrahim "Engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihat-Nya. Jika engkau tak melihat-Nya, (yakinlah) bahwa Dia (Allah) menyaksikanmu." (HR. Bukhâri dan Muslim) Seperti biasa, selepas maghrib, aku selalu menunggu mamak selesai shalat di ruang ibadah keluarga. Sambil membuka mushaf besar dihadapanku dan sedikit melafalkannya dengan pelan. Aku selalu takut jika hendak mengaji, satu hari pasti ada bekas cubitan yang bersarang di tubuhku. Dan itu berasal dari mamak. Sedikit saja aku salah huruf atau pengucapannya, cubitan itu melayang di paha atau lenganku. Aku tidak menyalahkan mamak, aku mengerti, disinilah aku yang salah. Dari kecil mamak selalu mendidik ku dengan keras, terutama perihal agama. Mamak tak pernah membiarkan aku terjerembab oleh dunia yang semakin hingar bingar. Agama adalah sesuatu yang sangat penting dan dasar seseorang untuk melakukan sesuatu. Ada petuah mamak yang sampai saat ini ku pegang teguh. “Ibadah itu Allah yang liha...